Selasa, Februari 10, 2009

Album ke-3 SBY

Tadi pagi di mobil dalam perjalanan pulang dari RS, dengerin radio, eh… ada iklan lagunya SBY yang baru dalam album Evolusi (klo nggak salah), lagunya seh tidak sampe selese diputer, habis agak seriosa berbau orchestra. Trus, selesai lagu si penyiar, Farhan (artis dan pembawa acara itu lho), melempar pertanyaan ke para pemirsa, kira-kira album itu ada yang beli tidak ya?
Setelah beberapa saat, masuklah beberapa SMS yang kemudian dibacakan :
1. Album itu diproduksi untuk kalangan manula (genre musiknya seriosa);
2. Paling-paling dibagikan gratis ke para pendukungnya;
3. Diproduksi untuk dijadikan tembang kenangan tahun 2200;
4. Klo pun ada yang mo beli, itu juga terpaksa karena nggak ada kembalian uang kecil;
5. Karena yang nyiptain tuh lagu seorang presiden, jadi semuanya pada mau membantu.
Ko’, kayaknya nggak ada yang respon positif ya, mungkin dari segi syairnya bernuansa kebangsaan dan nasionalis ( so pastilah, presiden gitu lho…. masa mo ngomongin perselingkuhan :) jadi kurang disukai oleh pendengar khususnya Darah Muda.
Klo menurut aku seh, kita harus menghargai sebuah karya anak negeri, terlepas itu disukai atau tidak, yang penting sudah berkarya yang tidak melanggar norma-norma sosial dan agama, terbukti belum kena cekal dari Bang Haji Rhoma Irama dan tentunya sang empunya fatwa, MUI. Tapi, klo disuruh ndengerin lagunya SBY itu menjelang tidur, so pasti aku juga bakalan nolak mentah2.
Jadi, ndegerinnya pas apa dong?
(ada yang bilang dalam acara Aneka Ria Safari nggak ya ….?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar